Mengapa Bantuan Kemanusiaan Gaza Belum Mencukupi Kebutuhan Warga?
Bantuan kemanusiaan Gaza masih belum mampu memenuhi kebutuhan sebagian besar warga. Berdasarkan data dari The New Arab, lebih dari 95% penduduk Gaza bergantung pada bantuan, sementara bantuan yang tersedia baru memenuhi sekitar 15% dari kebutuhan keseluruhan.
Menurut Rahma Hidayani, Wakil Direktur Alquds Volunteers Indonesia (AVI), kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih jauh lebih besar daripada bantuan yang tersedia. Pengalaman AVI dalam menyalurkan bantuan langsung di Gaza juga memperlihatkan bahwa pangan, air bersih, kesehatan, dan kebutuhan dasar masih menjadi persoalan yang terus mendesak warga.
Karena itu, melihat kesenjangan antara jumlah warga yang terdampak krisis dan bantuan yang tersedia penting untuk memahami mengapa warga Gaza, Palestina masih membutuhkan dukungan kemanusiaan.
Berapa Banyak Warga Gaza yang Masih Membutuhkan Bantuan?
Skala kebutuhan di Gaza sangat besar. Melansir The New Arab, Kementerian Pembangunan Sosial Gaza menyebut sekitar 513.000 keluarga membutuhkan bantuan. Lebih dari 95% penduduk Gaza juga bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Namun, bantuan belum menjangkau seluruh keluarga yang membutuhkan. Data yang sama menunjukkan bahwa tidak lebih dari 30% keluarga yang membutuhkan saat ini menerima bantuan.
Situasinya semakin sulit karena lebih dari 90% warga telah kehilangan daya beli karena ekonomi hancur, mata pencaharian hilang, dan harga-harga melonjak naik lantaran pasokannya terbatas. Dengan demikian, keluarga yang tidak memperoleh bantuan juga memiliki keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan dasar melalui kemampuan ekonomi mereka sendiri.
Bagi Rahma, kondisi ini membuat bantuan kemanusiaan memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar bentuk kepedulian. Ketika mata pencaharian dan daya beli masyarakat hilang, bantuan menjadi salah satu penopang kehidupan sehari-hari warga Gaza.
Berapa Banyak Bantuan yang Masuk ke Gaza?
Kesenjangan juga terlihat dari jumlah bantuan yang masuk. Dalam skema yang diberitakan The New Arab, sekitar 600 truk bantuan per hari seharusnya masuk ke Gaza.
Selama 330 hari, jumlah tersebut setara dengan sekitar 198.000 truk. Namun, baru sekitar 69.387 truk yang telah masuk selama periode tersebut. Pasokan makanan yang diizinkan masuk juga hanya sekitar 35% dari kebutuhan.
Gambaran kesenjangannya:
600 truk per hari merupakan jumlah yang disebut dalam skema bantuan, tetapi selama 330 hari jumlah yang dilaporkan masuk hanya sekitar 69.387 truk, masih sangat jauh dibandingkan sekitar 198.000 truk yang seharusnya masuk.
The New Arab juga mengutip perkiraan Kementerian Pembangunan Sosial Gaza bahwa bantuan yang tersedia baru memenuhi sekitar 15% kebutuhan keseluruhan. Artinya, persoalannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang masuk, tetapi juga seberapa besar kebutuhan masyarakat yang benar-benar dapat terpenuhi.
Apa Dampak Kekurangan Bantuan bagi Keluarga di Gaza?
Ketika pasokan bantuan tidak sebanding dengan kebutuhan, dampaknya terasa pada kebutuhan yang paling mendasar. Keluarga membutuhkan makanan untuk konsumsi harian, air untuk minum dan kebersihan, layanan kesehatan, serta perlengkapan dasar untuk bertahan di tempat pengungsian.
Kondisi ini menjadi semakin berat bagi keluarga yang kehilangan sumber penghasilan. Mereka tidak hanya menghadapi keterbatasan bantuan, tetapi juga tidak memiliki daya beli yang cukup untuk menutup kekurangan tersebut secara mandiri.
Rahma menilai kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas turut merasakan dampak yang lebih besar dari krisis kemanusiaan ini. Karena itu, menurutnya, bantuan perlu diberikan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi lonjakan perhatian terhadap situasi Gaza.
Mengapa Bantuan Pangan, Air, Kesehatan, dan Tempat Tinggal Tetap Dibutuhkan?
Kebutuhan dasar tidak berhenti setelah satu kali bantuan diberikan. Pangan perlu tersedia setiap hari, air terus dibutuhkan, layanan kesehatan memerlukan dukungan, sementara keluarga yang kehilangan rumah tetap membutuhkan tempat berlindung dan perlengkapan dasar.
Karena itu, Rahma berpandangan bahwa keberlanjutan bantuan menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan di Gaza. Bantuan yang diberikan secara konsisten dapat membantu menjaga akses warga terhadap kebutuhan dasar selama kondisi belum memungkinkan mereka untuk kembali memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Hal ini juga sejalan dengan kerja Alquds Volunteers Indonesia (AVI). Relawan dan ulama AVI hadir langsung di Gaza untuk melihat kebutuhan warga sekaligus menyalurkan bantuan di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, AVI berupaya memastikan bantuan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari perkiraan.
Alquds Volunteers Indonesia (AVI) terus mendukung kebutuhan warga Gaza melalui berbagai program kemanusiaan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Bantuan tersebut mencakup bantuan pangan seperti dapur umum dan paket sembako, serta bantuan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Bagi AVI, kehadiran langsung di Gaza menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendampingi warga yang membutuhkan.
Bukan dari Jakarta. Dari Gaza.
Dari Indonesia, masyarakat dapat ikut mendukung upaya tersebut. Donasi menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan warga Gaza, terutama ketika kesenjangan antara kebutuhan dan bantuan masih begitu besar.
Dukung Bantuan Kemanusiaan Gaza Bersama AVI
Salurkan donasi melalui rekening resmi Alquds Volunteers Indonesia (AVI):
a.n. AVI Peduli Kemanusiaan
a.n. Yayasan Alquds Volunteers Indonesia
Setelah berdonasi, konfirmasikan melalui WhatsApp 0811 820 196 untuk mendapatkan informasi dan laporan penyaluran.
Pertanyaan Umum tentang Bantuan Kemanusiaan Gaza
Mengapa bantuan kemanusiaan Gaza belum mencukupi?
Karena jumlah warga yang membutuhkan sangat besar, sedangkan bantuan yang masuk dan terdistribusi belum sebanding dengan kebutuhan. Berdasarkan data, bantuan yang tersedia baru memenuhi sekitar 15% kebutuhan keseluruhan.
Berapa keluarga di Gaza yang membutuhkan bantuan?
Sekitar 513.000 keluarga membutuhkan bantuan merujuk pada data Kementerian Pembangunan Sosial Gaza yang dikutip The New Arab.
Berapa banyak bantuan yang masuk ke Gaza?
Sekitar 69.387 truk telah masuk selama 330 hari, masih kurang banyak dari kebutuhan sekitar 198.000 truk yang seharusnya masuk berdasarkan skema 600 truk per hari.
Mengapa bantuan Gaza perlu diberikan secara berkelanjutan?
Karena kebutuhan pangan, air, kesehatan, kebersihan, dan tempat tinggal terus muncul setiap hari, sementara banyak keluarga telah kehilangan kemampuan ekonomi untuk memenuhinya secara mandiri.
Sumber: The New Arab, “Gaza ministry warns aid shortages worsening amid Israeli siege”, 9 September 2026. Pernyataan Rahma Hidayani, Wakil Direktur Alquds Volunteers Indonesia (AVI).